Bila kita membahas negeri Muslim yang paling terkenal dengan film-filmnya karena sering menang di ajang internasional kelas A, mau tak mau kita wajib bicara tentang sinema Iran. Tahun ini, Madani Film Festival memilih film-film dari Tanah Persia. namun, kami sengaja tidak memilih film-film “besar” atau sutradara yang sudah dikenal seantero jagat sinema dunia. Karena kami ingin mengajak penonton untuk menjelajah sisi-sisi lain dari film Iran, dengan semangat rediscovery, penemuan kembali. Sehingga kita bisa berpikir ulang saat menemukan bahwa begitu banyak hal-hal baru yang selama ini jarang diketahui secara umum. Termasuk bertemu dengan (karya) bakat-bakat baru. Karena itulah, ada film-film yang merupakan karya perdana sutradaranya, namun sudah berkiprah di kancah dunia. Misalnya Navid Mahmoudi, (Parting, 2016), produksi bersama Iran-Afghanistan yang merupakan film pembuka festival tahun ini dan mewakili Afghanistan ke Academy Awards. Ada Nima Eghlima (Amir, 2018) yang nominee di Festival Film Karlovy Vary. Mahmoud Ghaffari (It’s A Dream, 2012) berjaya di Fribourg International Film Festival (2013) dan Lume International Film Festival (2013). Sedangkan Maryam Bahrololoomi (Patio, 2018) terpilih menjadi Best Asian Director di ajang Fajr International Film Festival. Tak lupa ada dua perempuan sutradara dalam daftar ini, yaitu Mojgan Bayat (Born of the Earth, 2015) dan Maryam Bahrololoomi. Genre dan temanya pun cukup beragam. Ada yang terkait isolasi dan kesepian serta isu gender dan perempuan (Patio), anak-anak (Glasses, 2017), dark comedy (Road to Perdition, 2016 yang dijuluki “No Country for Old Men dalam hitam putih”), dan romansa berbalut isu imigran gelap (Parting). Program ini juga untuk menyambut kanal khusus film Iran yang akan segera tayang di Kwikku/Klik Film. Upaya kanal baru ini penting untuk diapresiasi karena akan memperkaya khazanah pengetahuan seputar film madani dan juga sinema global pada umumnya.
List Film