Pasca-Reformasi 1998, selain melahirkan gelombang baru industri film Indonesia, juga hadirnya semarak genre film dakwah yang menyodorkan gaya hidup “Islami”. Corak dakwah genre ini didominasi oleh keberagamaan yang hadir sebagai diskursus ideologis, sambil mengangkat aspek gaya hidup kelas menengah kota sebagai gaya hidup ideal. Dua obsesi dalam film-film “Islami” itu adalah (1) masalah percintaan romantik dan urgensi lembaga pernikahan, (2) kepergian ke luar negeri (hal ini diungkap, antara lain oleh Eric Sasono dalam ulasannya atas film Haji Backpacker di blog-nya). Tentu ada variasi dan perkecualian. Tapi, kehadiran aspek gaya hidup itu jadi corak utama subgenre ini, dan menarik untuk dikaji dan didalami.
List Film