Pemutaran film berlatar komunitas Muslim adalah ruang berharga yang ditawarkan oleh Madani Film Festival untuk merayakan keberagaman. Tahun ini kita akan menjelajahi waktu dan merasakan kemajemukan budaya Muslim dari perspektif historis melalui Program Madani Classic. Dalam program ini kami akan putarkan 2 buah film yang berasal dari benua Afrika dan negeri jiran Thailand. Film pertama, Shaihu Umar (Sutradara: Adamu Halilu, 1976) adalah sebuah film yang berlatar di Nigeria pada akhir abad ke-19, sebelum negeri ini dijajah oleh Inggris. Film ini mengajak penonton untuk memahami kompleksitas masyarakat di wilayah Sub-Sahara Afrika dengan hierarki rasial antar warna kulit dan bagaimana kaum berpendidikan menggunakan bahasa Arab sebagai modal kultural. Sahihu Umar diadaptasi dari novel tahun 1955 karya Abubakar Tafawa Balewa, Perdana Menteri Nigeria pertama. Karya tulis ini, begitu juga filmnya, menggunakan bahasa Hausa yang merupakan salah satu bahasa lokal dominan di Sub-Sahara Afrika. Di dalam film ini kita akan menemukan narasi sejarah dalam bentuk kisah kehidupan Shaihu Umar yang bersinggungan dengan perbudakan dan pengembaraan Shaihu Umar setelah berpisah dari orang tuanya. Film kedua adalah Peesua lae dokmai atau Butterfly and Flowers (Sutradara: Euthana Mukdasanit, 1985) dari Thailand yang berlatar komunitas Muslim di wilayah perbatasan dengan Malaysia. Film ini merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Nipphan (Makut Oradee) yang terbit pada tahun 1978. Sutradara Euthana Mukdasanit merupakan salah satu pencipta yang sering mengangkat isu keadilan sosial di dalam karya-karyanya. Peesua Lae Dokmai mengajak penonton untuk merasakan masa remaja seorang pemuda miskin yang terpaksa memilih berhenti sekolah dan mencari uang untuk menghidupi keluarganya. Penonton diajak mengamati pilihan-pilihan sulit yang diambil oleh seorang pemuda dalam keterpaksaan dan bertabrakan langsung dengan bermacam dilema moral dalam pembentukan maskulinitasnya. Film ini mengingatkan pada film-film Asia Tenggara lain dari Indonesia dan Filipina sekitar tahun 1980-an, drama realis yang dituturkan dengan puitis untuk menciptakan ruang perenungan tentang kemanusiaan. Semoga perjumpaan dengan kedua film ini akan memperkaya wawasan kita dengan kekayaan budaya Muslim di dunia, penghargaan akan keindahan dan pengetahuan yang hidup di dalamnya.
List Film